Rancang Bangun Sistem Akuaponik

Pada bulan Agustus, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro yang bernama Nurhidayat Hasibuan dari Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik mengadakan kegiatan Rancang Bangun Sistem Aquaponik bersama ibu-ibu KWT di Desa Sapen. Program ini memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat. Salah satu sektor yang dapat dikembangkan adalah pertanian. Dengan keterbatasan lahan dan sumber daya air, sistem aquaponik hadir sebagai solusi inovatif yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem tertutup.

Akuaponik adalah sistem budidaya yang menggabungkan siklus hidup ikan dan tanaman. Kotoran ikan yang kaya akan nutrisi akan diubah oleh bakteri menjadi nitrat, yang kemudian menjadi pupuk alami bagi tanaman. Sementara itu, akar tanaman akan menyerap nutrisi dan membersihkan air, sehingga air dapat digunakan kembali untuk membudidayakan ikan.

Sistem akuaponik merupakan teknologi tepat guna yang dapat diterapkan di Desa Sapen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, sistem ini dapat menjadi solusi pertanian yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Sapen.

Tiga sistem dalam pembuatan aquaponik ini yaitu DFT, NFT, dan Raft. Pertama, DFT. Dalam sistem ini air selalu mengalir walaupun keadaan pompa mati. Kedua, yaitu NFT. Dalam sistem ini jikalau pompa mati maka aliran air juga akan berhenti. Terakhir, sistem Raft, yaitu menggunakan styrofoam sebagai media tanam yang mengapung di atas air.

Proses sistem akuaponik ini yaitu air akan ditarik oleh pompa agar dapat mengalir lalu air akan kembali lagi kedalam kontainer air setelah melalui semua pipa yang ada. Bahan-bahan yang digunakan yaitu pipa, baja ringan, dan kontainer sebagai wadah ikan dan air untuk sirkulasinya. Dalam pembuatan sistem ini, pipa dibuat sejajar dikarenakan memakai sistem DFT. Pipa yang digunakan yaitu pipa PVC ukuran 2 ½ inch, ukuran pipa bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang di inginkan. Hal yang paling penting diperhatikan, yaitu pemilihan ukuran pompa yang dimana jika kapasitas pompa lebih besar dari pada sistem maka air akan melimpah dikarenakan keluaran air dari pompa lebih besar dibanding dengan sistem yang dibuat. Maka, sebaiknya sebelum membeli pompa ada baiknya ukur kapasitas yang diperlukan oleh sistem akuaponik tersebut.