Pendekatan “Terselubung” pada Masyarakat untuk Peningkatan Kesadaran Tentang Pola Hidup Sehat Melalui Festival Gizi Sapen
Desa Sapen, (14/8/2024) - Masalah kesehatan di berbagai daerah Indonesia masih terbilang “darurat” dengan masyarakat yang mengidap penyakit-penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus, kolesterol, hipertensi, asam urat tinggi, dan lainnya. Penyakit tidak hanya diidap oleh orang dewasa saja, balita pun terkena stunting dan kekurangan gizi seimbang yang menjadikan permasalahan semakin kompleks. Desa Sapen yang berada di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo mengalami hal sama yang menggerakkan hati para mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro untuk melakukan sebuah perubahan yang relevan dengan kondisi terkini.
Program kerja multidisiplin bertajuk “Festival Gizi Sapen” adalah program akbar dengan rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan stunting dan diabetes mellitus, isi piringku, dan makanan bergizi dengan nugget ikan kembung. Kemudian, pemeriksaan kesehatan yang terbagi menjadi tiga macam: gula darah, kolesterol, dan asam urat. Kegiatan ini juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi untuk mengikuti Lomba Kudapan Sehat yang diwakilkan oleh ibu-ibu dari 10 RW dari Desa Sapen. Acara diselingi oleh permainan roulette berhadiah, pembagian doorprize, dan stand makanan serta minuman bergizi (nugget ikan kembung dan susu kambing).
Bagian terpenting dari pelaksanaan Festival Gizi Sapen adalah sosialisasi dan penerapan pola hidup sehat yang dimulai dari hal paling dekat, yakni pengubahan pola makan yang baik dan teratur. Masyarakat dari kalangan manapun, tanpa melihat latar belakang diedukasi secara menyeluruh tentang kesehatan dan penyakit dengan pencegahan dan pengobatan.
Antusiasme dari masyarakat Desa Sapen dalam pelaksanaan kegiatan terekam dari kehadiran yang masif serta konsisten untuk terus berada dalam acara hingga selesai. Tidak luput dari perhatian, masyarakat yang hadir turut diberikan susu bergizi sebagai kampanye pola hidup yang sehat dan penjelasan singkat mengenai hal tersebut secara tatap muka. Mulai dari Kepala Desa Sapen, perangkat desa, bidan, kelompok wanita tani (KWT), guru, dan seluruh lapisan masyarakat mengapresiasi acara dengan melancarkan kegiatan yang berlangsung.
Harapan dari pelaksanaan program, sekaligus penutup seluruh program kerja yang telah dilaksanakan adalah masyarakat dapat tergugah hatinya untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan diri sendiri dan menerapkan hidup yang lebih sehat dan baik untuk masa depan lebih cerah. Apabila kesadaran telah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, maka Desa Sapen terhindar dari masalah kesehatan yang terjadi selama beberapa tahun lamanya.