INOVASI SISTEM AKUAPONIK OLEH KKN 247 UNS BERSAMA KWT DEWI SRI SEBAGAI IMPLEMENTASI SISTEM PERTANIAN TERPADU

Dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, kelompok KKN 247 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengimplementasikan sistem pertanian terpadu yang berbasis akuaponik bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Sistem akuaponik, yang merupakan gabungan dari akuakultur dan hidroponik, menjadi salah satu proker utama di kelompok KKN 247. Pada sistem ini, hewan (ikan) dan tanaman (sayuran) melakukan hubungan mutualisme. Ikan yang dibudidayakan akan menghasilkan kotoran pada kolam. Kemudian, air di kolam dipompa menuju rangkaian paralon hidroponik yang berisi tanaman. Air tersebut menjadi pupuk organik bagi tanaman karena mengandung kotoran ikan. Selain itu, akar tanaman bertindak sebagai filter yang membersihkan air yang melewati paralon. Sehingga air akan kembali lagi ke kolam dengan kondisi yang bersih.

Pembuatan sistem akuaponik ini tidak hanya dilakukan dalam satu hari saja. Pada hari Kamis, 23 Juli 2026, mahasiswa KKN membuat rangkaian paralon hidroponik. Setelah itu, dilakukan penyemaian bibit yang akan diletakkan di rangkaian tersebut.

Kemudian, pada hari Rabu, 29 Juli 2026 mereka mulai membuat kolam ikan sebagai sistem akuakulturnya. Pembuatan kolam dilaksanakan di kebun KWT Dewi Sri pada pagi hari. Kolam dibuat dari bis beton, pasir, semen, dan paralon. Kamis, 30 Juli 2026 kolam disemen agar permukaan lebih halus sehingga mempermudah pengecatan dan agar tidak ada kebocoran.

Pada hari Jumat, 31 Juli 2026 mulai dilakukan pembersihan area kebun KWT Dewi Sri secara menyeluruh. Kegiatan utama dilakukan pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026 pukul 07.00 dengan mengundang KWT Dewi Sri yang berjumlah 21 orang. Pada kesempatan tersebut, penanggung jawab program kerja memperkenalkan sistem akuaponik mulai dari pelatihan perawatan, pengelolaan, serta penyerahan sistem akuaponik kepada KWT Dewi Sri.

Peletakan bibit tanaman dan bibit ikan pada sistem Akuaponik oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri

Sistem akuaponik ini menjadi inovasi bagi KWT Dewi Sri untuk mempertahankan ketahanan pangan khususnya bagi Desa Sapen. Dengan ini, terdapat dua ekosistem yang berjalan dan disatukan dalam sistem yang keberlanjutan. Sehingga dapat memanen dua hasil budidaya sekaligus, yaitu ikan serta sayuran. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat sistem Akuaponik juga cukup terjangkau, apalagi mengingat sistem ini dapat bertahan bertahun tahun dan perawatannya juga tidak rumit.