SUKOHARJO- Ratusan pedagang pasar tradisional berkumpul di Pasar Ir Soekarno Suoharjo, Sabtu (21/4). Para pedagang tersebut mengenakan kebaya untuk perempuan dan beskap untuk pedagang laki-laki. Mereka tidak tengah berdagang, namun untuk mengikuti upacara bendera memperingati Hari Kartini. Upacara digelar dihalaman pasar.

Layaknya upacara bendera, para pedagang juga terlihat berbaris. Menariknya, petugas upacara tersebut semuanya perempuan. Baik petugas pengibar bendera, pembaca surat-surat Kartini, hingga pembina upacara. Upacara bendera memperingati Hari Kartini baku kali pertama ini digelar di Sukoharjo.

Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai pembina upacara adalah Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sukoharjo Endah Suminarsih. Dalam kesempatan itu Endah mengatakan, Sukoharjo berharap semangat Kartini menjadi semangat pedagang pasar yang mayoritas perempuan terus berkarya.

“Selama ini sebagian besar pedagang di pasar adalah wanita sehingga sangat tepat kiranya apabila peringatan Hari Kartini dilaksanakan di pasar. Upacara ini diharapkan meningkatkan semangat pedagang dan berusaha mengikuti perkembangan zaman untuk bisa bersaing dengan pasar modern,” ujarnya.

Endah juga meminta para pedagang untuk mengikuti perkembangan zaman yang positif. Seperti belajar jual beli online dengan melakukan promosi dagangan di media sosial. Selain itu, pedagang juga diharapkan untuk memperhatikan mutu barang dan mutu layanan di pasar. Dengan memperhatikan hal itu, dia yakin akan menarik masyarakat untuk datang ke pasar tradisional.

Disisi lain, Koordinator Muresko Bimo Kokor Wijanarko selaku penggaas acara mengatakan, kegiatan tersebut dicatat dalam Museum Rekor Sukoharjo (Muresko) Nomor 476. Kokor menjelaskan, kegiatan pedagang tersebtut unik dan kali pertama sehingga layak dicatat di Muresko. Dalam kegiatan tersebut, panitia sekaligus mengumumkan pemenang lomba “fashion show” dan Menyanyi yang digelar sehari sebelumnya.

“Dengan kegiatan ini sekaligus sebagai kampanye pasar tradisional dengan harapan masyarakat kembali berbondong-bondong datang ke pasar untuk berbelanja,” ujar Kokor. (Tj)